Inilah Pentingnya Menjaga Jumlah Pengguna Aplikasi Mobile

Saat ini banyak sekali orang yang berbisnis di dunia digital, terutama dalam pembuatan aplikasi mobile. Hal ini tentunya sangat berkaitan dengan pertumbuhan pengguna smartphone yang ada di dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Di Indonesia, pengguna smartphone dan tablet selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan tersebut bukan nilai yang kecil, melainkan cukup besar. Hal ini juga sangat berkaitan dengan murahnya harga smartphone saat ini.

Apalagi saat ini internet di Indonesia sudah jauh lebih murah dan mudah sekali didapatkan. Karena fakta tersebutlah, banyak orang yang berlomba-lomba untuk membuat aplikasi mobile yang bermanfaat bagi orang-orang.

Salah satu aplikasi yang saat ini sedang hangat digunakan oleh para pengguna smartphone adalah Babe atau Baca Berita.

Seperti namanya, aplikasi ini memang ditujukan untuk membaca berita yang tersebar di internet. Kelebihan dari aplikasi ini sendiri jika dibandingkan dengan aplikasi sejenisnya adalah aplikasi ini jauh lebih ringan dan sangat nyaman untuk digunakan.

Tentunya kesuksesan aplikasi ini tidak terlepas dari kesan pertama sewaktu menggunakannya. Menurut penuturan oleh Adi Purwanto Sujarwadi, yakni Head of Product dari Babe dalam acara MoEngage x Tech in Asia: Growth in the Mobile-First World yang diselenggarakan pada akhir bulan Maret lalu.

Ia berkatan bahwa kesan pertama merupakan faktor penting dalam meningkatkan jumlah pengguna, serta untuk memuaskan para pengguna.

Kala itu, Adi sedang bersama dengan Doan Siscus, yakni seorang CCO dari OLX dan Akshay Greg, yakni seorang CEO dari FinAccel sekaligus Co-Founder dari Komli Media, dia memberikan informasi kepada para peserta mengenai faktor-faktor yang perlu diperhatikan guna meningkatkan sekaligus menjaga para pengguna aplikasi mobile.

Menurut Adi, jika pengguna sudah merasa nyaman dan mendapatkan apa yang mereka cari dengan aplikasi yang mereka gunakan, maka terdapat kemungkinan besar akan menjadi salah satu pengguna setia aplikasi tersebut ke depannya.

Adi mengatakan bahwa dia dan timnya akan berusaha menyediakan beraga jenis konten di dalam Babe, sehingga para pengguna akan disajikan dengan preferensi yang berbeda-beda dan sekaligus dapat menemukan hal yang mereka sukai.

Selain itu, Adi juga mengusahakan agar dapat membuat pengalaman yang menyenangkan bagi para pengguna aplikasi Babe, yaitu dengan lebih menyederhanakan tampilan Babe dan sekaligus membuatnya mejadi intuitif.

Kemudian, sesaat setelah adi menyampaikan hal tersebut, Doan dari OLX menambahi mengenai pentingnya untuk mengetahui tahapan perkembangan dari aplikasi yang sedang dikembangkan.

Menurutnya, sekurang-kurangnya ada tiga tahapan yang terdapat di dalam kematangan sebuah aplikasi. Berikut ini adalah ketiga tahap tersebut.

– Mencari sebanyak mungkin pengguna
– Menjaga para pengguna agar terus kembali
– Melakukan monetasi

Doan juga kembali menuturkan, jika waktu yang tepat untuk melakukan monetasi, sangat berhubungan dengan bagaimana aplikasi tersebut ditangani. Dia menjelaskan bahwa dengan menerapkan perawatan yang tepat, maka monetasi akan jauh lebih cepat terlaksana.

Lantas bagaimana cara mengetahui sudah sampai mana tahap perkembangan aplikasi tersebut? Menurut Akshay, hal tersebut dapat diketahui dari perilaku para pengguna aplikasi. Perilaku disini seperti berapa banyak pengguna aktif, berapa pengguna yang pergi dan tidak kembali lagi, dan lain sebagainya.

Selain itu, saat ini juga terdapat bermacam-macam tool untuk menganalisis perilaku pengguna aplikasi dan tentunya ini sangat memudahkan dalam melihat data tersebut. Salah satu aplikasi tersebut adalah MoEngage.

Di akhir pembicaraan, Akshay menekankan jika developer seharusnya jauh lebih peka dan memahami apa saja yang diinginkan pengguna.